4 Cara Menggunakan Bukti Sosial Pada Situs Ecommerce

bukti sosial

Membangun kepercayaan dan membuat pembeli online merasa nyaman merupakan bagian penting dari ecommerce marketing dan merchandising.

Ketika dihadapkan dengan beberapa tingkat ketidakpastian seperti “apakah produk ini cocok untuk saya?”, “apakah toko online ini bisa saya percaya?”. Pembeli kemudian akan menggunakan bukti sosial untuk membantu mengambil keputusan. Hal ini berarti, pelanggan lebih menaruh kepercayaan pada rekan-rekan mereka dibandingkan sebuah toko online.

Dari perspektif pemasaran, memberikan pelanggan informasi bukti sosial yang positif dan akurat tentang produk atau tindakan, bisa mempengaruhi mereka melakukan pembelian atau melakukan tindakan tertentu.

Dengan cara yang sama, bisnis ecommerce bisa menggunakan bukti sosial untuk membantu penjualan. Pembeli yang mungkin yang tadinya tidak tahu menjadi tahu, yang tahu menjadi mau, dan yang mau menjadi membayar.

1. Ratings dan Reviews

Ratings dan reviews mungkin salah satu bentuk yang paling sering digunakan sebagai bukti sosial pada ecommerce. Ada banyak data yang menunjukkan bahwa memiliki ratings dan reviews di situs ecommerce bisa meningkatkan tingkat konversi ecommerce secara signifikan. Satu review positif mungkin bisa meningkatkan konversi 10 persen, sedangkan setengah lusin reviews positif bisa meningkatkan penjulan, mungkin hingga 30 persen.

1

2. Foto dan video dari pelanggan

Dalam bukti sosial ecommerce, ada beberapa hal yang lebih kuat daripada hanya sekedar melihat orang-orang yang sama menggunakan produk dan berpikir untuk membelinya. Banyak penjual online menyadari hal ini dan mulai memasukkan foto atau video dari pelanggan pada halaman detail produk atau galeri khusus.

2

New Balance adalah salah satu contohnya. Mereka menempatkan halaman khusus untuk fotografi pelanggan pada hampir seluruh bagian situs. Masing-masing post pelanggan juga terhubung ke produk untuk membelinya.

3. Jumlah penjualan dan wishlist

Cara ini juga masih cukup ampuh untuk mempengaruhi keputusan pembeli. Kita bisa menampilkan hitungan berapa banyak item telah terjual atau telah ditambahkan ke wishlist.

Tetaplah berhati-hati dalam menggunakan bukti sosial ini, karena jumlah penjualan yang rendah justru bisa memiliki dampak negatif terhadap penjualan. Jika kita tetap ingin menampilkan berapa banyak item yang terjual, pastikan hanya menampilkan angka-angka jika telah mencapai batas minimal penjualan, misalnya 50 kali.

3

4. Social media likes dan shares

Bahkan tombol share yang banyak digunakan oleh pembeli pada halaman detail produk bisa menjadi bukti sosial. Pertimbangkan untuk memiliki tombol ini dan tampilkan jumlah share yang telah dilakukan. Hampir sama dengan hitungan jumlah item terjual, sebaiknya menampilkan jumlah share juga ketika telah mencapai batas minimal.

4

Itulah 4 tips bagaimana menggunakan bukti sosial yang kuat pada situs ecommerce. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *