7 Hal Yang Harus Di Ingat Saat Memilih Drupal, Joomla Atau WordPress

wordpress-illustration

Sistem manajemen seperti Joomla, WordPress, atau Drupal , mana yang perlu kamu ketahui lebih lanjut untuk memahami perbedaan fitur. Inti dari menggunakan CMS cukup membuatnya mudah bagi non-programmer dalam mengelola sebuah website. Sayangnya, salah satu tugas manajemen adalah memilih CM-mu.

Dengan begitu banyak yang bertentangan, sangat mudah utnuk tersesat. Berikut merupakan beberapa pentunjuk:

  1. Persamaan dan Perbedaan

Dibandingkan dengan CMS lainnya, ketiga system ini jauh lebih mirip daripada yang beda. Develop dari ketiga proyek ini sudah sadar satu sama lainnya. Persaingan yang sehat dapat menciptakan dermawan “gun contest”, sebagai develop seharusnya terus menambahkan fitur sehingga CMS tidak akan tertinggal.

  1. Perbandingan Fitur yang Cepat dan Lama

Develop aktif seperti memiliki perbandingan dalam membaca online dengan cepat. Sebuah pencarian dapat membawa posting blog yang berusia tahuanan, bisa menentukan program mereka. Sementara itu masing-maisng CMS terus mengejar dengan 2 lainnya.

  1. Reviewer Biasanya Memiliki Preferensi Yang Kuat

Kebanyakan orang meluangkan waktu untuk meninjau CMS, guna membangun website untuk klien. Software snagat kompleks digunakan! Jika kamu menggunakan Joomla pada waktu yang lama, kamu akan bingung menggunakan drupal, begitu pula sebaliknya. Bagi kebanyakan develop web melakukan spesialisasi Big Three, terutama untuk klien. Itu sangat bagus untuk produktivitas

  1. Seleksi Pada Modul dan Tema

Pada kenyataannya, kamu dapat melakukan hampir smeua hal dengan program ini. Mungkin kamu baru pertama kali mendownloadnya, tapi dengan program kecil dapat memiliki tambahan. Joomla menyebut merek ekstensi, wordpress menyebutnya plugin, dan drupal menyebutnya modul. Namun, pada dasaenya, mereka menambahkan beberapa fitur baru ke websitemu.

  1. Yang Dibutuhkan Pekerja Pada Program Potensi

Setiap tahun dan bulannya pekerja harus memahami potensi dari program dan ekosistemnya. Itulah mengapa mudah bagi pengulas untuk memilih program. Kami telah menggunakan ketiganya, tapi yang kami fokuskan pada drupal. Tapi, disini kamu tidak akan berbicara tentang drupal secara rinci. Kami akan memikirkan seluruh ekosistem yang menakjubkan, yang dilengkapi dnegan modul gratis dan tema yang dapat membangun situs.

Butuh beberapa waktu untuk belajar memahami ekosistem drupal. Sementara itu develop yang bekerja di wordpress atau joomla memiliki reaksi sebaliknya.

  1. Keputusan Develop

Jika kamu memiliki hubungan dengan develop web yang baik, maka secara teori satu program meungkin akan menjadi “terbaik” pada kasus user. Tetapi, dalam prakteknya, developmu harus sudah memiliki preferensi.

Meminta mereka agar dapat menggunakannya dengan mudaj kamu harus memiliki banyak waktu dan kerumitan. Minimal, mereka harus mempelajari program baru. Yang lebih penting, mereka harus belajar ekosistem baru di luar sana dan yang dapat dipercaya.

  1. Bandingkan Antara Extensions/ Plugin/ Modul

Sebuah mashup menggabungkan data lokasi user ke google map, dan setiap CMS memiliki satu atau lebih kelompok yang telah memecahkan masalah ini dengan cara mereka sendiri. Tim yang bekerja pada modul biasanya jauh lebih kecil dari tim develop program utama. Itu bearti, gaya atau kualitas dapat berbeda secara signifikan. Mungkin kamu tidak perlu membandingkan joomla, wordpress, dan drupal, tapi bandingkan dengan online shop. Big Three tidak memiliki identik, mereka mnasih memilki beberapa perbedaan yang signifikan.

Berhati-hatilan dalam menyetujui setiap keputusan yang ada.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *