Ini Dia 5 Tren Website Toko Online Untuk 2016

SetWidth582-jasa-buat-toko-online

Tahun 2016, e-commerce akan terlihat sebagai desainer yang pola desainnya sama dengan pengguna, menggunkan kartu atau layout, menggubakan cara yang sama untuk mendapatkan pelanggan pada e-mail baru. Akibatnya, ada perubahan dari hasil dalam pengguna situs.

Di tahun yang sama situs mobile menjadi sangat popular. Pola desain yang menyediakan pembeli dengan pengalaman belanja serta nyaman sering menjadi pilihan. Konten dinamis akan meningkatkan pengalaman pada perangkat.

  1. Pola User Interface Design

Dalam pengembangan perangkat lunak, perpanjangan dan pengembangan pola desain menjadi maslaah yang umum. User interface desaign pattern lebih dikhususkan pada user umum. Sebagaimana dengan menu navigasi yang mudah digunakan pada smartphone.

Beberapa kasus terakhir, desainer situs telah menetapkan pola desain yang digunakan secara luas. Ini berlaku pada desain responsive yang ditampilkan pada smartphone untuk situs yang mengandalkan kerangka CSS seperti Bootstrap atau Foundation.

Tren ini menuju pada pola desain kontinuitas yang berdampak pada desain situs e-commerce. Pertama, situs akan terlihat sama. Desain tema bervariasi, tidak dramatis, dan layout berbeda. Kedua, memungkinkan pembeli menemukan kesamaan situs e-commerce dan memudahkan menggunakan naviagasi. Pola ini membuat pengalaman belanja yang baik, terutama pada perangkat mobile. Pola ini dapat dilihat dari berbagai macam situs.

Diharapkan pada tahun 2016 pengguna interface desaign makin banyak.

  1. Kartu dan Layout Kartu

Pada website vernacular, kartu mernagkum gambar, teks, dan sumber daya lain yang terkait pada topik tunggal. Kartu akan mengorganisasikan topik yang berbeda dengan menyenangkan dan mudah digunakan. Layout kartu juga akan didesain dengan responsif.

Tapi, pada kenyataannya pola ini menjadi lebih umum pada desain e-commerce pada tahun 2016. Sebagai background, kartu dan layout kartu akan muncul sebagai pedoman beberapa desain yang berbeda. Mereka sebagai komponen dalam desain material Google dan Android akan membantu popularitas pada pola desain ini.

Contohnya pada situs Lord & Taylor yang menggunakan kartu untuk produk unggulan. Atau Belk yang menggunakan tata letak kartu untuk ajang promosi penjualan.

  1. Pop Up dan Interupsi Merchandising

Iklan pop- up salah satu bentuk promosi online yang pernah dibenci. Pop-up muncul pada tahun 1990-an, ketika membuka windows pada browser iklan ini akan muncul, tak jarang adanya penipuan iklan. Secara umum, konsumen membenci iklan ini, dan memblokirnya bahkan iklan pada web browser akan diblokir jika dirasa menganggu.

Menariknya, marketing gangguan akan membuat desain website. Bisanya pop-up menawarkan diskon dengan syarat mendaftarkan e-mail atau mengikuti berbagai profil di situs media sosial. Contohnya situs Ann Taylor yang menggunakan omni-channel dan kata modal sebagai tempat mempromosikan langganan e-mail.

Faktanya, e-mail marketing adalah salah satu alat yang kuat untuk penjual online. Jika mendapatkan e-mail pelanggan dengan jumlah banyak, artinya penjualan meningkat. Mereka akan menggunakan cara apapun untuk menarik pelanggan.

Tahun 2016 pop-up menjadi umum, bahkan sepeertiga dari pengecer top Federasi Retail Nasional menggunakannya. Pop-up mungkin tidak akan muncul setiap kamu mengunjungi situs. Gunakan pop-up dalam hal mempromosikan langganan e-mail.

  1. Fotografi dan Video

1 gambar mengartikan seribu kata dan video mungkin berjuta kata. Pada tahun 2016, situs e-commerce menggunakan gambar dan video dalam jumlah besar. Bahkan para desainer mengoptimalkannya untuk meningkatkan kinerja situs pada platform.

Membuka situs kemudian disambut dengan foto yang penuh dan lebar menjadi sebuah daya tarik. Gunakan foto dan video yang besar di home page mu.

  1. Tampilan Dinamis

Sebagian besar toko online menampilakn produk atau daftar produk yang statis, mereka akan meletakkannya di server dan dikirim ke web browser user. Ketika pembelajaan terfilter kontak server akan mendapatkan pages statis yang baru.

Tahun 2016, akan lebih banyak situs yang menggunakan tampilan yang dinamis dan bergantung pada JavaScript dan Ajax. Contohnya, ketika mengunjungi situs JadoPado, perhatikan bahwa setiap keystroke baru produk yang ditampilakn pada page yang dinamis. JadoPado merupakan situa penacrian yang dinamis dan mudah digunakan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *