Strategi Marketing: 10 Hal Penting dalam Membangun Email Marketing

email marketing

Email marketing mungkin adalah salah satu bentuk tertua dan paling sukses dari marketing untuk web. Secara umum, email marketing melibatkan tentang mengirimkan email custom khusus untuk menghasilkan lead, promosi, menyajikan iklan tertarget atau menginisiasi penawaran.

Namun sebagian besar marketer sering melakukan kesalahan mendasar seperti tidak membuat email template yang dioptimalkan untuk inbox pengguna. Mengirimkan email dengan format yang tidak terstruktur dapat mengurangi kredibilitas kita.

Jadi, bagaimana kita mengoptimalkan email template untuk koneksi yang maksimal? Berikut adalah 10 tips dasar membuat inbox email template yang dioptimalkan untuk meningkatkan konversi.

1. Jangan menggunakan aplikasi pengolah kata untuk menyusun email template

Aplikasi Office dan pengolah kata seperti Microsoft Office dan Open Office merupakan aplikasi yang bagus untuk menulis dokumen, tetapi ketika menyusun atau merancang email template sangat disarankan untuk tidak menggunakan aplikasi pengolah kata apapun. Hal ini dikarenakan ketika kita menyalin konten, gambar dan elemen lainnya dari aplikasi pengolah kata ke email, biasanya terdapat kode tambahan yang ikut tercopy ke HTML source. Hal ini dapat merusak desain email kita dan dalam banyak kasus yang paling buruk, penerima justru akan mendapatkan beberapa baris kode bukan teks email. Sebaliknya, koma gunakan HTML editor seperti Microsoft Front Page atau Adobe Dreamweaver untuk merancang email template. Jika tidak terbiasa dengan HTML editor, kita bisa menggunakan aplikasi seperti Notepad, yang terpenting jangan menggunakan aplikasi pengolah kata untuk menyusun email template.

2. Gunakan standar web HTML

Ketika kita menulis kode HTML untuk email, berhati-hati tentang bagaimana HTML dapat memberikan hasil yang berbeda untuk setiap browser. Tepatnya, kode HTML yang kita gunakan harus sesuai standar dan bebas dari error. Selalu perhatikan tentang format HTML, alignment dan apa saja yang di dukung atau tidak dari masing-masing browser.

3. Jangan menggunakan CSS untuk layout

Seperti kita tahu bahwa CSS adalah cara terbaik untuk merancang sebuah web, namun dalam konteks email template sebaiknya menggunakan tabel. Hal ini dikarenakan tabel lebih mudah disesuaikan dengan email template kita. Selain itu, beberapa email client tidak memberikan aturan CSS seperti pada browser, sehingga menggunakan tabel daripada desain CSS mungkin adalah salah satu ide yang bagus.

CSS memang memberikan kita lebih banyak pilihan untuk membuat desain yang kreatif, tetapi dari segi perspektif kegunaannya dan kompabilitasnya, tabel lebih banyak disukai.

4. Jangan menggunakan file CSS eksternal

Jika sangat terpaksa kita harus menggunakan CSS, maka disarankan untuk membuat inline CSS dan tidak menggunakan CSS eksternal ke dalam email template kita. Sebagian besar penyedia layanan email seperti Gmail, Yahoo, dan Microsoft Outlook.com akan menghapus kode <head>,<body> dan tak lainnya. Jadi, jika kita menggunakan file CSS eksternal dalam kode kita, bagian tubuh email akan pecah. Cara terbaik untuk memastikan bahwa CSS style kita memberikan hasil yang tepat untuk setiap layanan email atau client adalah dengan menggunakan inline CSS untuk setiap elemen.

5. Jangan menggunakan relative path untuk gambar

Jika kita menggunakan IDE seperti Eclipse atau HTML editor seperti Dreamweaver, kita mungkin akan menggunakan relative path untuk gambar. Relative path memberikan alamat gambar lokal pada komputer atau folder internal website kita. Apapun itu, kita harus mengubah semua relative path menjadi absolute path gambar. Absolute path gambar akan bekerja secara universal sedangkan relative path gambar hanya akan bekerja dalam satu lingkungan pengembangan.

6. Gunakan attribut alt untuk gambar

Attribut alt untuk gambar membantu mesin pencari untuk memahami semua tentang gambar kita. Selain masih mencari, attribut alt juga dapat berguna untuk pengguna. Misalnya, beberapa email client untuk memblokir gambar secara default, sehingga tag alt dapat memberikan petunjuk tentang gambar tertentu.

7. Sediakan versi teks biasa

Tidak peduli seberapa menarik dan atraktif email template html kita, jangan lupa untuk selalu menawarkan versi teks biasa dari setiap pesan email kita. Beberapa email client atau aplikasi email pihak ketiga mungkin tidak mendukung tampilan email dalam bentuk html, sehingga kita harus menyediakan alternatif email dalam bentuk teks biasa.

8. Jangan menggunakan URL terlalu panjang

Jika isi email kita cukup panjang dan memiliki links panjang dalam versi teks biasa, mungkin itu akan mengacaukan tampilan. Untuk mengatasinya kita bisa menggunakan URL shortener atau pemendek URL seperti Goo.gl atau Bit.ly. Pemendek URL sangat diperlukan terutama dalam untuk versi teks biasa.

9. Jangan gunakan video

Video mungkin memiliki makna satu juta kata, tapi embedding video di email bukanlah cara yang terbaik, kecuali embed video dari YouTube atau Vimeo.

Jika kita mengambil video dari website atau menggunakan video sebagai lampiran email, itu akan memakan waktu yang lama untuk memuat pada penerima. Selain itu, beberapa email client telah dikonfigurasi untuk menyaring email dengan ukuran file yang besar, sehingga melampirkan file video kadang-kadang akan membuat email masuk ke dalam folder spam.

10. Jangan melupakan etika

Terakhir, jangan pernah melupakan etika dalam berkirim email seperti penggunaan salam yang sopan, nada, koma tata bahasa, komposisi, dan segala sesuatu yang berhubungan dengan pesan email.

Sebagus apapun desain email template kita, tapi jika format dan tata bahasa yang digunakan terdengar kurang sopan itu akan memberikan dampak negatif.

Itulah 10 tips bagaimana merancang email marketing yang baik, sehingga bisa membantu meningkatkan konversi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *