5 Risiko Keamanan Di Sosial Media Dan Cara Menghindarinya

5313-8-kiat-aman-main-media-sosial-biar-nggak-diteror

Penipuan di sosial media meningkat hingga 150 persen di Facebook, Twitter, Instagram, dan LinkedIn pada tahun tahun 2016. Jumlah ini cenderung terus meningkat seiring semakin banyak penjahat cyber yang menganggap sosial media sebagai tempat sasaran yang tepat. Bagi kebanyakan bisnis saat ini, sosial media sangat penting bagi keberhasilan pemasaran dan layanan pelanggan mereka. Untuk itu, para pebisnis tidak dapat begitu saja menarik diri dari sosial media untuk menghindari penipuan. Sebagai gantinya, para pebisnis harus memastikan bahwa mereka terdidik dan memahami risiko keamanan di sosial media dan mengambil langkah untuk melindungi bisnis mereka. Dalam postingan ini kita akan melihat lima risiko keamanan sosial media yang paling umum dan menawarkan beberapa tips tentang bagaimana melindungi bisnis Anda dari risiko tersebut.

  1. Human Error (Kesalahan Manusia)

Kesalahan manusia adalah salah satu ancaman keamanan sosial media yang paling umum untuk bisnis saat ini. Pada tahun 2014, seorang karyawan US Airways secara tidak sengaja memasang gambar X-rated ke Twitter perusahaan. Postingan tersebut dijuluki “tweet terburuk sepanjang masa”. Kesalahan itu membawa pada hari-hari yang buruk bagi perusahaan. Situasi ini menyoroti betapa cepatnya keadaan bisa berbahaya karena kesalahan manusia di sosial media.

  1. Tidak Memperhatikan Sosial Media

Tidak memperhatikan sosial media Anda bisa berakibat serius. Dengan membiarkan akun Anda tidak terpantau maka menempatkan pada risiko terinfeksi oleh virus berbahaya yang dapat menyebar ke followers Anda. Lebih buruk lagi jika virus tersebut mengirimkan pesan berisi spam dari akun Anda.

  1. Aplikasi Dan Serangan Berbahaya

Internet penuh dengan software berbahaya mulai dari malware, spyware sampai adware dan berbagai ransomware. Catatan kecil yang buruk akan segera diikuti dengan menuntut pengguna melakukan pembayaran dengan imbalan kunci untuk membuka file pengguna.

  1. Penipuan Phishing

Seperti aplikasi berbahaya, penipuan phishing menggunakan sosial media untuk mengelabui orang agar menyerahkan informasi pribadi. Upaya phishing pada sosial media meningkat hingga 500 persen pada 2016. Sebagian besar disebabkan oleh akun dukungan pelanggan yang tidak benar dan menargetkan pelanggan di Facebook, Twitter, Instagram, dan LinkedIn.

  1. Pengaturan Privasi

Privasi dan perlindungan di sosial media sangat penting. Sayangnya, banyak bisnis menempatkan reputasi mereka pada risiko dengan tidak menerapkan pengaturan privasi yang ketat. Akibatnya, peretas dapat dengan mudah mengendalikan saluran sosial mereka dan membuat kekacauan sesuka hati. Misalnya dengan mengirim postingan palsu kepada followers Anda atau melakukan penyesuaian terhadap penampilan saluran.

Tips Menghindari Risiko Keamanan Di Sosial Media

  1. Membuat Kebijakan Sosial Media

Kebijakan sosial media dapat membantu menjaga keamanan bisnis Anda dan mendorong partisipasi dari karyawan. Meskipun kebijakan ini bervariasi, biasanya kebijakan tersebut mencakup praktik terbaik, pedoman keselamatan dan keamanan, prosedur pelatihan, serta penegakan hukum. Pastikan untuk menyertakan panduan yang jelas.

  1. Melakukan Pelatihan Sosial Media Kepada Karyawan

Selanjutnya, bawalah kebijakan Anda ke kehidupan melalui pelatihan sosial media. Melakukan hal itu akan memberi kesempatan kepada karyawan untuk mengajukan pertanyaan tentang item kebijakan yang belum dimengerti.

  1. Batasi Akses Ke Sosial Media

Pastikan bahwa hanya orang-orang tertentu yang berhak mempublikasikan konten pada saluran sosial media Anda. Ini berlaku terlepas dari betapa banyak orang yang berkontribusi dalam penyusunan pesan dan pembuatan konten. Hal Ini dapat mengurangi risiko kesalahan manusia yang disebabkan oleh karyawan yang tidak terlatih dengan baik.

  1. Memiliki Seseorang Yang Bertanggung Jawab

Satu orang kunci harus mampu bertanggung jawab atas semua aktivitas sosial media dari bisnis Anda. Memiliki satu orang kunci akan mengurangi risiko keamanan. Orang ini harus memantau kehadiran bisnis Anda, mendengarkan percakapan terkait, bertanggung jawab atas keamanan sosial media, dan mengelola siapa saja yang memiliki akses publikasi.

  1. Berinvestasi Dalam Teknologi Yang Aman

Anda harus mengambil tindakan waspada dan inovatif untuk menjaga akun agar tetap aman, salah satunya dengan berinvestasi pada teknologi yang aman. Misalnya menggunakan alat pengelolaan kata sandi untuk menjaga keamanan kata sandi.

Panduan Lengkap Tentang Snapchat

89

Beberapa orang mungkin akan terkejut jika mengetahui bahwa seseorang di usia 58 tahun terlibat di Snapchat. Sementara sebagian besar mungkin melihat bahwa platform ini sebagai “tempat nongkrong” untuk orang yang lahir pasca 1990an. Ya, sebenarnya Snapchat adalah platform untuk segala usia yang ingin menumbuhkan brand dan bisnis mereka. Anda perlu mencari cara untuk tetap relevan dan terhubung dengan generasi muda, untuk itu Snapchat adalah pilihan yang tepat. Bahkan, seseorang dapat menggunakan Snapchat sebanyak 40-50 kali sehari untuk membantu generasi muda yang mencari nasihat bisins, inspirasi, tips, sedikit motivasi, ataupun wawasan pribadi. Dengan begitu, Anda tetap terhubung dengan berbagai audiens melalui sosial media yang cukup populer ini.

Untuk memulai, Anda cukup men-download aplikasi Snapchat secara gratis. Setelah Anda membuat akun, buka aplikasi dan tekan “Sign Up”. Pilih nama pengguna yang mewakili nama atau bisnis Anda. Setelah Anda memindai kontak, Anda bisa mengambil foto selfie untuk dijadikan foto profil. Ini tidak perlu terlalu profesional seperti foto profil di LinkedIn Anda. Buatlah foto yang tetap ringan dan menyenangkan. Berikut adalah beberapa kata yang mungkin terdengar asing untuk Anda namun sering digunakan dalam Snapchat.

Snap:

Snap adalah gambar atau video yang Anda kirim. Di Facebook, Anda menyebutnya sebagai post, di Twitter Anda menyebutnya sebagai tweet, maka di Snapchat Anda bisa menyebutnya dengan snap. Snaps memiliki durasi waktu yang singkat, hanya 10 detik atau kurang. Sama seperti di Twitter, Anda memiliki batasan hingga 140 karakter. Begitu pula dengan Snapchat, mereka membatasi Anda untuk 10 detik.

Stories:

Stories adalah bagian dari Snapchat untuk menunjukkan foto dan video yang Anda ingin bagikan dengan semua teman-teman di Snapchat. Untuk melihat stories dari teman Anda, maka hanya perlu menggeser ke kiri layar kamera dari aplikasi Snapchat. Pikirkan bahwa stories mirip dengan “wall” pada Facebook dan Twiter Anda. Ini adalah tempat dimana orang-orang pergi untuk melihat video Anda.

Memories:

Memories adalah fitur yang mem-backup snaps Anda. Anda dapat membuat memories untuk pribadi maupun umum. Anda juga dapat mengirim snaps yang terdahulu ke story Anda melalui memories.

Melalui pengenalan kata di atas, Anda dapat memiliki aplikasi Snapchat. Selanjutnya Anda dapat mengambil gambar hanya dengan menekan tombol melingkar di bagian bawah layar. Sedangkan untuk mengambil video, tahan tombol bawah dan penanda merah akan muncul untuk menunjukkan bahwa itu sedang merekam. Anda dapat menekan ikon “X” untuk membuang foto atau video yang tidak Anda sukai. Setelah Anda siap memulai snap, Anda dapat mengedit foto atau video di bagian atas layar dengan salah satu fitur berikut:

  1. Stickers: Ini adalah ikon persegi yang terlihat seperti “sticky note”. Anda dapat menambahkan sticker dari sana dan mmenempatkannya pada snap.
  2. Caption: Ini adalah ikon “T” yang memungkinkan Anda menuliskan pesan untuk teman-teman dalam bentuk teks. Anda dapat melihat bahwa dengan menambahkan beberapa teks sederhana dapat membuat snap Anda menjadi lebih baik.
  3. Doodle: Ini adalah ikon pensil. Pada dasarnya Anda dapat menggambar menggunakan doodle untuk mengedit foto atau video.
  4. Snap lenses: Snap lenses membantu Anda menempatkan efek animasi khusus pada foto atau video. Tidak seperti snap filter, Anda dapat menggunakan snap lenses saat Anda mengambil snap. Pada dasarnya, snap lenses mengenali wajah Anda di kamera dan akan muncul efek animasi sesuai keinginan Anda.

Anda dapat menjangkau lebih banyak orang dengan menggunakan Snapchat. Ini akan menyenangkan dan mudah digunakan jika Anda sudah terbiasa. Snapchat dapat membantu bisnis Anda semakin berkembang, jadi Anda wajib mencobanya.

4 Tips Meningkatkan Kehadiran Online Anda Dengan Pemasaran Di Sosial Media

o-MODER-570

Terlibat dengan target audiens dan meningkatkan kehadiran online melalui pemasaran di sosial media adalah hal yang sangat penting untuk bisnis apapun. Hasil dari sebuah penelitian menunjukkan bahwa:

  • 77% dari pengguna Twitter merasa lebih percaya kepada sebuah bisnis ketika Tweet mereka mendapat balasan
  • Setiap menit ada 300 jam video yang diunggah ke YouTube
  • Instagram telah berkembang hingga memiliki 600 juta pengguna. Belum lagi pengguna yang telah berbagi lebih dari 40 miliar foto dan memberi 4,2 miliar likes per hari. Ini sungguh menakjubkan!

Mengarahkan lebih banyak target audiens dan meningkatkan kehadiran online Anda bisa menjadi hal sulit. Persiapan tanpa pengetahuan dan pengalaman tentang pemasaran di sosial media juga akan memakan waktu. Berikut kami menyajikan 4 tips pemasaran sosial media yang dapat membantu meningkatkan kehadiran online Anda.

  1. Menyerap Dan Mendengarkan

Pemasaran konten yang sukses di sosial media menuntut Anda untuk lebih mendengarkan daripada berbicara (nyatanya banyak yang hanya berbicara tanpa mendengarkan audiens). Hal pertama yang perlu dilakukan dengan pemasaran di sosial media adalah menempatkan konten yang mengandung pesan pemasaran untuk audiens. Anda perlu membuat kehadiran sosial media yang konsisten. Untuk itu, Anda perlu belajar untuk mendengarkan dan menyerap ilmu dengan baik.

Sebuah cara yang bagus untuk melakukan hal di atas adalah dengan membaca komentar dari postingan Anda. Baca juga postingan dari pesaing Anda dan lihat apa yang audiens mereka katakan. Dengarkan apa yang dibicarakan dan tentukan bagaimana Anda dapat memberi solusi untuk masalah mereka. Anda perlu mengetahui poin mana yang menjadi masalah terbesar bagi para audiens. Hal ini akan memberi Anda wawasan yang dibutuhkan untuk berkontribusi dan membangun kredibilitas.

  1. Berikan Konten Yang Berkualitas

Ini mungkin aturan yang paling penting dari semuanya. Pemasaran di sosial media bukan hanya tentang promosi. Jangan menghabiskan waktu dan uang Anda untuk berfokus mencapai target audiens sementara Anda mengabaikan kualitas konten. Jika Anda melakukan hal ini maka audiens akan berhenti berpartisipasi. Prospek Anda harus bisa memberikan sesuatu yang berharga. Tulis postingan yang otentik tentang cerita, laporan, atau panduan dalam bisnis Anda. Facebook, Twitter, Instagram, dan LinkedIn adalah platform yang bagus untuk melibatkan target audiens dengan konten Anda yang berkualitas. Dengan melakukan ini akan membuat posisi Anda menjadi ahli dalam bidang tersebut.

  1. Mudah Untuk Diakses

Tips kali ini cukup sederhana: selalu ada di sana untuk prospek Anda! Jangan membangun keterlibatan audiens hanya untuk kehilangan mereka dalam beberapa hari atau minggu karena mereka tidak dapat mengakses konten Anda. Mendapatkan followers setia melalui pembaruan yang konsisten adalah suatu keharusan. Cara yang bagus untuk melakukan hal ini dengan memperbarui kebijakan privasi dan persyaratan layanan bila diperlukan. Pastikan untuk memberi tahu audiens Anda tentang pembaruan ini. Penting juga untuk konsisten dengan postingan Anda. Buat kalender editorial dan posting konten yang berharga pada hari-hari tertentu setiap minggunya. Mengirim update ke email pelanggan Anda juga bisa menjadi cara lain agar pelanggan tetap mudah mengaksesnya.

  1. Berpartisipasi, Terlibat, Dan Berbagi

Jangan berharap audiens akan berbicara tentang bisnis Anda dan berbagi konten jika Anda tidak bersedia untuk melakukan hal yang sama. Sosial media bekerja secara harmonis dalam proses memberi dan menerima. Jangan membuat kesalahan dengan hanya berfokus pada konten, akibatnya Anda akan gagal pada akhirnya. Anda harus mengakui bahwa orang yang mencoba mengembangkan bisnis harus mau membantu yang lain untuk mendapatkan citra positif. Lakukan hal serupa dengan berpartisipasi, terlibat, dan berbagi dengan audiens Anda.

Strategi yang Efektif di Sosial Media

Sebagai platform, sosial media semakin bertumbuh pesat dan menjadi populer. Hal ini seiring dengan pentingnya membangun strategi yang efektif di sosial media. Melalui sekali klik, perusahaan dapat berkomunikasi langsung dengan jutaan pelanggannya di sosial media. Secara fungsional, media sosial memberikan kesempatan untuk menjangkau semua orang di seluruh penjuru dunia. Hal itu bukan berarti dapat dilakukan dengan mudah, inilah yang terkadang belum dipahami oleh banyak orang.

Sekalipun Twitter, Facebook, LinkedIn, maupun Instagram memiliki hampir 2,85 miliar pengguna jika digabungkan, bukan berarti mereka semua mau mendengarkan pesan yang Anda sampaikan di sosial media. Bahkan, sebagian besar dari mereka mungkin tidak mengetahui tentang bisnis Anda. inilah mengapa sangat penting untuk memiliki strategi yang efektif dan dapat dilaksanakan dengan baik. Untuk memiliki strategi yang sukses, sangat penting untuk merencanakannya dengan cermat dan tetap memegang komitmen awal. Dalam membantu proses ini, berikut adal 4 langkah untuk membangun strategi yang efektif di sosial media.

  1. Buatlah Rencana Pemasaran di Sosial Media Sebelum Memulainya

Hal ini mungkin terdengar biasa, tapi banyak orang yang mengabaikannya. Mereka kebanyakan hanya mencari tahu apa yang berhasil di sosial media dan apa yang tidak. Jangan lakukan itu, karena segala hal dapat berkembang dengan baik bergantung dari strategi pemasarannya. Lakukan langkah awal dengan daftar tujuan pemasaran mulai dari spesifikasi, ukuran, pencapaian, kesesuaian, dan batas waktu. Membuat daftar seperti ini akan memudahkan dalam mengetahui kemajuan pemasaran Anda. Hal ini juga dapat menentukan apakah Anda perlu mengubah pendekatan yang telah dilakukan atau tidak.

  1. Pilih Platform yang Tepat

Ini adalah salah satu aspek yang sering diabaikan dalam membangun strategi yang efektif di sosial media. Memilih platform yang tepat adalah strategi yang efektif, karena kita dapat menentukan sejauh mana pemasaran dapat berkembang. Langkah pertama adalah kembali ke tujuan awal dari daftar perencanaan Anda. sesuaikan dengan apa yang ingin Anda capai, siapa yang dapat menjadi target pemasaran, apa jenis keterlibatan yang ingin dilakukan dengan audiens, dll. Setelah Anda menentukannya, maka Anda bisa memilih platform apa yang cocok untuk pemasaran bisnis. Anda bisa memanfaatkan fungsi pencarian dari berbagai platform seperti Twitter advanced search, Facebook search, Instagram search, maupun LinkedInGroups.

  1. Membuat Identitas Visual

Salah satu hal yang dapat membingungkan pelanggan adalah  saat sebuah perusahaan memiliki identitas brand yang  berbeda-beda. Konsumen harus dengan mudah dapat mengenali brand Anda. ciptakan identitas visual yang mampu menjelaskan tentang bisnis Anda dengan baik. Anda bisa membuat storyboard, konten yang brainstorming, atau dengan metode unik lainnya untuk mengembangkan identitas visual pada bisnis. Anda hanya perlu memiliki sedikit kreativitas dalam membuatnya dan biarkan pelanggan mengenali brand Anda dengan sempurna.

  1. Mengikuti ‘The Rule of Thirds’ di Sosial Media

Hal ini penting dalam rangka meningkatkan pengikut di sosial media. Tujuan dari setiap bisnis adalah mampu menciptakan banyak pendapatan. Hal ini berarti Anda harus menciptakan konten yang sesuai dengan tujuan bisnis tersebut. Berikut adalah 3 aturan dalam membuat konten di sosial media berdasarkan ‘Social Media Rule of Thirds’ :

  • Konten harus mampu mempromosikan, mengkonversi pembaca dan menciptakan keuntungan
  • Konten harus membagikan ide atau cerita dari pemimpin dalam bisnis tersebut, atau mampu berbagi tentang pengalaman bisnis
  • Konten harus didasarkan pada interaksi dan membangun brand